Posted by: faiucy | May 24, 2012

Pendidikan Calon Pak Turut


PENDIDIKAN CALON PAK TURUT
(Orientasi pada Perubahan Paradigma Pendidikan Indonesia)
Hakiki Mahfuzh

 

Pendidikan Sebagai Sarana atau Sebagai Tujuan ?

Ketika saya masih bocah. terjadi perbedaan pandangan di antara keluarga saya tentang pendidikan saya. orang-orang di lingkungan sekitar, termasuk orang tuaku (kecuali ayahku), menginingkan saya memasuki pesantren, sehingga saya dapat menggantikan tokoh-tokoh agama di kampung saya. Saya sendiri berkeinginan memasuki sekolah yang tidak banyak “diribetkan” dengan macam-macam huruf  “alif” dan interpretasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang dapat melahirkan berbagai macam aliran fikih di dalam kehidupan umat Islam.

Lebih ekstrim lagi ketika sahabt-sahabat ayahku, mengharuskan kepada ayah agar saya belajar di pesantren. “Pokoknya” saya harus dikirim ke pesantren. Sebelum keberangkatan saya belajar, di tengah malam saya membangunkan ayahku. Saya berdikusi dengan beliau panjang lebar, sampai akhirnya saya bertanya kepada ayahku “Yah, apakah pendidikan sebagai tujuan atau sebagai sarana?”. Ayahku terdiam, kemudian beliau berkata “Kamulah yang menentukan, jika pendidikan itu sebagai tujuan, ketika kamu sekolah, maka cukup sampai di situ dan jika pendidikan sebagai sarana, maka kamu tidak akan berhenti di situ, tidak tahu kamu akan berhenti di mana?

 Psikologi Humanistik

Konsep diri —– Self image (citra diri) dan ——  Self Esteem (Harga diri) . Konsep ini dapat melahirkan bentuk  yang  “You don’t think what you are. but you are what you think

 Paradigma Pendidikan di Masa Depan

Para pemikir dan pengambil kebijakan pendidikan nasional ruparya sudah mulai menuju ke arah kesamaan setidak-lidaanya di tinkat visi terhadap perlunya pengembangan dan perubahan paradigma pendidkan indonesia saat ini. Isu-isu yang mengemuka berkenaan dengan pendidikan dan kurikulum antara lain : mendesaknya dilaksanakan program pendidikan yang desentralistik, keluhan terhadap kekakuan dan kepada materi kurikulum.

Pendidikan Indonesia sejak masa Orde  Baru dan bahkan sampai Orde SBY merupakan alat kekuasaan dan bersifat militeristik. Banyak bukti tentang ini, sebut saja misalnya penyeragaman pakaian sekolah dan sentralisasi kurikulum. Sentralisasi kurikulum merupakan kerangka polilik untuk menyeragamkan pola pikir. sikap dan cara bertindak peserta didik.

Elias Kopong dalam desertasinya  “An Explatory Study of C’urriculum Implementation in lndonesia”, menemukan bahwa pelaksanaan kurikulum yang seber akibatnya pada tercabutnya kebenekaan budaya di Indonesia. Akibat Iebih lanjutnya siswa terasing dari budaya di mana ia tinggal. Indra Jati Sidi (yang pernah menjabat sebagai Dirjend DIKDASMEN) mengemukakan bahwa pola sentralisasi harus secepatnya dirubah. Ini disebabkan pendidikan sekarang telah berubah dari Schooling ke Learning.

Sekolah adalah omong kosong. Kata Ivan Illich. la pun lalu membeberkan dosa-dosa sekolah. Bahwa sekolah hanya mengajak siswa bermimpi, bahwa sekolah membuang siswa dari konteks lingkungannya. Pendeknya sekolah tidak berguna. Teriak Illich dalam karyanya Deschooling Society yang terkenal itu.

Kita bersama ingin seperti Totto Chan dalam buku Teksuko Kurohayaagi yang merindukan sebuah proses pendidikan bebas. Babas berfikir, bebas berdebat, dan bahkan bebas membantah guru dalam kerangka scientific approach.

 Tujuan Pendidikan Nasional

Dalam melaksanakan tujuan Pendidikan Nasional landasan yang kokoh agar dapat mencapai sasaran akhir yang tepat. Sasaran akhir tersebut tidak lain adalah membentuk manusia Indonesia secara utuh dari segi pengembangan kognitif, Afektik dan Psikomotorik serta Keinginan untuk live together dengan orang lain dan bangsa-bangsa lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: